Minggu, 30 Maret 2014

Let's Drive!



Beberapa menit setelah gue posting lyric lagu yang cukup menggambarkan keadaan gue saat ini, tiba-tiba dari luar rumah terdengar suara papa teriak-teriak manggil gue. Kalau papa uda teriak mah gue secepat kilat lari ke sumber suara.

"Kenapa Pa?" tanya gue kemudian setelah gue nyamperin papa yang masih di depan stir.

"Cepet masuk. Papa ajarin dasar-dasarnya nyetir."

Gue yang berkostum baby doll bersendal jepit pun langsung masuk mobil saking excitednya. FYI, salah satu wish list gue ditahun 2011 itu gue bisa nyetir. Jadi uda dari tahun 2011 gue berniat mau ikut les nyetir dan nggak diijinin sama papa karena papa berbendapat bahwa kalau papanya sendiri bisa nyetir kenapa harus ambil les nyetir? Tapi sudah 3 tahun berlalu setiap gue merengek minta diajarin gue nggak pernah dapat tanggepan. Mungkin, karena kemarin pas quality time sekeluarga gue cerita kalau gue mimpi uda bisa nyetir, papa jadi ingin mewujudkan impian anaknya yang uda ngebet mau nyetir ini haha.

Setelah gue masuk mobil,

Welcome To My Life!

Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place,
Like somehow you just don't belong
And no one understands you?
Do you ever wanna run away?
Do you lock yourself in your room
With the radio on turned up so loud
That no one hears you're screaming?


No, you don't know what it's like
When nothing feels all right
You don't know what it's like
To be like me

 
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No, you don't know what it's like
Welcome to my life

 
Do you wanna be somebody else?
Are you sick of feeling so left out?
Are you desperate to find something more
Before your life is over?
Are you stuck inside a world you hate?
Are you sick of everyone around?
With their big fake smiles and stupid lies
While deep inside you're bleeding

 
No, you don't know what it's like
When nothing feels all right
You don't know what it's like
To be like me

 
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No you don't know what it's like
Welcome to my life

 
No one ever lied straight to your face
And no one ever stabbed you in the back
You might think I'm happy but I'm not gonna be okay
Everybody always gave you what you wanted
You never had to work it was always there
You don't know what it's like, what it's like

 
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No, you don't know what it's like (What it's like)

 
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No, you don't know what it's like
Welcome to my life
Welcome to my life
Welcome to my life 


Simple Plan - Welcome To My Life


 Welcome To My Life!

Minggu, 09 Maret 2014

Surat yang Tak Pernah Sampai





Pernah baca Filosofi Kopi-nya Dee? Pasti tau kan di dalam buku itu terdapat chapter yang berjudul 'Surat yang Tak Pernah Sampai'. Ketika membaca chapter tersebut, saya teringat pada seseorang yang sedang dekat dengan saya pada saat saya membeli buku tersebut. Seseorang yang saat ini telah lama menghilang, dan pergi dari hidup saya, dan seseorang itu adalah seseorang yang berhasil membuat saya sakit berbulan-bulan. Baiklah, mari kita lupakan seseorang itu karena yang akan saya tuliskan bukan tentangnya. Tetapi tentang orang lain, yang saya pernah menulis surat untuknya, tetapi saya sadar betul, surat itu tidak akan pernah sampai kepadanya.

Well. Aku mengenalnya beberapa tahun lalu. Mungkin, dia pernah menjadi seseorang yang kabarnya selalu ku tunggu. Tidak, itu bukan berarti aku mencintainya, aku sadar benar itu bukan cinta. Mungkin aku hanya sekedar suka, atau bahkan mungkin aku hanya sekedar merasa nyaman dan merasa senang setiap kali dia mau mendengar ceritaku atau mungkin aku yang ketawa ketiwi sendiri mendengar cerita-ceritanya. Entahlah, dia datang begitu saja sebagai sosok yang telah lama tidak aku temukan. Sosok yang nyaman diajak berbicara dan bercerita apa saja.

Hingga pada akhirnya,

Memories

 

Ceritanya kemarin gue abis beresin isi dompet. Iya, dompet gue uda tebel banget, bukan ke isi sama banyaknya uang merah lembaran, tapi sama struk ATM dan struk belanja yang entah sedari kapan sampai-sampai tulisannya uda pada ilang. Haha, begitulah gue, demen banget nyimpen kaya gituan.


Waktu bersih-bersih gue menemukan sesuatu. Gue melihat sebuah struk yang beda dari yang lain. Setelah gue lihat, di struk belanja itu ada tulisan. Iya, tulisan tangan gue. Tapi isi tulisannya bukan gue yang buat. Gue nulis itu beberapa tahun lalu, mungkin sekitar dua tahun lalu, ketika salah seorang menuliskan sesuatu di sebuah sequence tempat gue nulis dan suatu hari gue memutuskan untuk mendelete semua tulisan di sequence tersebut. Sebelum gue delete sequence yang isinya tulisan gue itu, gue nulis dulu tulisan dari seseorang itu di sebuah struk belanjaan hihi. Berhubung gue lihat tinta tulisan itu udah agak hilang dan gue merasa sayang kalau-kalau benar-benar ilang dan nggak bisa dibaca lagi, gue putuskan untuk gue publish di sini. Here we go!