Kamis, 17 April 2014

Crybaby!


when the load was heavy, when I could no longer feel strong, when there was no place to share, when I could just save everything myself, may I cry?

crybaby! 

Rabu, 09 April 2014

Hey girls!


Sekitar tiga minggu yang lalu, saat istirahat tes kerja suatu perusahaan, gue menyempatkan diri sebentar mampir ke kampus karena lokasi tes yang persis terletak di belakang kampus. Mungkin lebih tepatnya numpang makan di kantin sih ya. Ada suatu kekosongan saat gue makan di salah satu meja di kantin walaupun saat itu ada seseorang yang nemenin gue. Iya, kekosongan. Meja yang biasanya rame oleh empat orang yang nggak bisa diem sekarang hanya tinggal kenangan.

Kemarin (4 April 2014), nggak seperti biasa, ada dua nama yang sudah sekian lama ada di chat bagian bawah-bawah naik lagi ke atas. Mereka orang-orang yang sering dan hampir tiap saat tiap waktu BBM gue waktu kuliah, dan udah jarang banget BBM gue semenjak gue lulus kuliah. Iya, mereka orang-orang yang banyak berjasa selama gue kuliah.

Namanya Eva Sofiana.

Don't Cheat!


Tidak. Gue tidak dalam posisi ada orang ketiga yang datang ke dalam relationship gue. Gue cuma keinget sama suatu film dimana ada pihak ketiga yang masuk ke dalam sebuah relationship antara cewek dan cowok.

Hmm, menurut gue orang ketiga nggak selalu salah. Menurut gue loh ya. Pihak ketiga bisa masuk apabila, mungkin, pihak pertama tidak bisa memberikan kenyamanan yang diinginkan oleh pihak kedua, sehingga pihak kedua pada akhirnya merasa nyaman dengan apa yang diberikan orang ketiga. Tapi menurut gue kalau nggak nyaman mending pergi aja sih, nggak usah pake acara selingkuh segala. Bisa juga, pihak kedua ‘kegatelan’, nggak bisa stay di satu hati. Tipe ini yang gawat, dia akan terus melompat dari tempat satu ke tempat yang lain.

Entahlah, melihat apa yang telah terjadi disekitar,

Rabu, 02 April 2014

Tentang Hidup



Satu sifat dasar manusia diantaranya adalah resistan terhadap perubahan.
Kata-kata yang dulu begitu klise, memang kadang baru akan terasa maknanya ketika masanya bertatap muka. Seberapa pun pandainya seseorang menyesuaikan diri, berada di dunia yang samasekali baru sedikit banyak akan memunculkan keenggannan yang nggak perlu. Mungkin juga ini menjawab, kenapa banyak orang betah menunda kelulusan sebagai mahasiswa, atau kenapa banyak "bayi" yang enggan beranjak dari kampung halaman.

Ah, hidup.


Tulisan ini setengah curhat. Seriusan.
Ceritanya tentang penempatan. Momok yang dialami oleh hampir setiap orang pada masanya.
Sebagai pribadi tanpa pengalaman dan daya tawar (bahkan yang berpengalaman pun beberapa juga relate), diombang-ambingkan oleh sistem berbentuk badan organisasi mau tidak mau jadi pilihan jua. Seperti semacam ospek kesekian kalinya bagi mereka, karena harus mengikuti apa perintah bos besar, tanpa tapi. Karena itu, sebenarnya buat saya yang bikin iri itu bukan mereka yang digaji dobel digit di perusahaan oil & gas, melainkan mereka yang bisa ngomong "Saya mau resign, pengen jadi pengusaha". Apa artinya sih dobel digit kalo nggak bisa jadi bos buat diri sendiri?

Kembali ke penempatan.

Selasa, 01 April 2014

Lucu


Gue adalah orang yang berprinsip, everybody is unique and special in their own way. Setiap orang punya cara masing-masing dalam memandang sesuatu. Setiap orang punya sifat berbeda-beda. Lo nggak bisa maksain seseorang buat setuju sama lo. Atau lo nggak bisa compare antara satu orang dengan orang lain karena memang uda beda. Dan yang paling penting, setiap orang punya tujuan sendiri-sendiri dalam kehidupan yang sedang dijalani ya. Punya mimpi masing-masing yang ingin dia wujudkan.

Tapi, gue heran sama orang-orang yang ya mungkin emang cara berfikirnya begitulah, jadi gue nggak bisa nyalahin ketika dia berkata, "jadi orang nggak usah terlalu idealis." Lucu ketika gue mendengar hal seperti itu. Kenapa sih harus ngomong kaya gitu kepada orang yang sedang mengejar mimpinya instead of, "Gue yakin lo bisa kok! Tetep semangat ya!" Apakah suatu hari nanti saat lo menjadi orang tua, saat anak lo berkata, "Mama/Papa, aku pengen pergi ke bulan." Dan lo akan menjawab dengan, "Nggak usah muluk-muluk, Nak" instead of "Kamu pengen pergi ke bulan? Makanya kamu harus rajin belajar ya biar suatu saat kamu bisa pergi ke bulan." Hey! Dunia ini penuh dengan kemungkinan, broh. Nggak ada yang nggak mungkin kalo Allah sudah berkata, "Kun Fayakun."

Miris saat gue denger kalimat, "Jadi cewe nggak usah belajar tinggi-tinggi. Nggak usah muluk-muluk toh nanti juga ikut suami jadi ibu rumah tangga." Atau "Gue nanti jadi staff atau sekretaris aja biar gue bisa nikah sama manager." Duh, girls. Sempit banget sih pemikiran lo. Gimana anak lo nanti bisa pinter kalau lo nggak sekolah? Gimana lo bisa nikah sama manager kalo lo jadi staff? Anak-anak yang pinter itu hasil didikan orang tuanya yang juga pinter. Istri-istri manager itu pastinya punya capability selevel sama manager. Bukankah di Al-Qur'an tertulis, "Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik." (Qs. An Nur:26). Yang bisa gue tangkep adalah kalo lo orang baik, lo bakal dapet pria baik. Kalo lo jahat ya dapet cowo jahat. Kalo nilai lo 9, lo bakal dapet pria bernilai 9. Kalo nilai lo 6, gimana lo bisa dapet pria bernilai 9? Hah? Kalah saing lah lo sama cewe nilai 9. Tapi kan orang beda-beda ~

Gue ketawa aja sih sama orang-orang yang mungkin ketawa sinis ngelihat gue yang idealis, yang punya banyak mimpi, yang selalu punya high target atas segala sesuatu, yang selalu punya harapan bahwa semuanya mungkin. Kenapa gue selalu berharap dan punya banyak mimpi? Karena gue percaya Allah bisa ngelakuin apapun dan hidup berawal dari mimpi. Tahu dong kalau penemu pesawat itu bermimpi untuk bisa terbang? Kenapa gue selalu punya high target? Karena gue percaya kalo gue punya target 10, setidaknya gue bisa dapet 9. Kalo gue hanya punya target 7, gue dapet berapa? Tapi kembali lagi, gue menghargai lo yang punya prinsip untuk hidup apa adanya, sedapetnya, dan mengalir seperti air. Gue respect akan hal itu, karena kembali lagi orang kan beda-beda ~

Dan mungkin gue termasuk orang-orang cuek yang akan diem aja atas apapun yang lo lakukan atau apapun yang lo pilih selama nggak ganggu hidup gue. Ngurus hidup gue aja udah kaya gini banget, nggak ada sisa waktu buat ngurusin hidup orang lain. Hidup gue di sini I mean gue secara pribadi dan keluarga gue. Jangan ditanya betapa bawelnya gue sama adek gue. Gue baru mau ngomong ketika lo tanya ke gue, "Menurut lo gimana?"

Tiap orang beda-beda. Tiap orang punya cara pandang masing-masing. Tapi emang dasar ya, terlalu banyak orang yang nge-judge tanpa tau story dan history seseorang yang dia judge itu. Okay, lo boleh kok ngatain gue ABCDE sampai Z. Dan gue akan bertanya two simple question. Lo tahu apa tentang gue? Dan lo tahu apa tentang jalan yang udah gue lewati? :)

Well. Nggak ada yang mudah dalam mengejar mimpi, Karra. Lo akan sering mendengar cibiran, cacian, dan orang-orang yang ga percaya kalau lo bisa. Yang perlu lo lakuin hanya terus berjalan, fokus sama tujuan lo, tetap berfikir positif, bekerja keras, berdoa, berusaha, dan jangan sampai putus harapan. Tangan Tuhan bekerja dengan indahnya and He knows how hard you have tried :)