Rabu, 23 November 2016

Night Conversation




Berawal pada hari Kamis, 17 November kemarin, ketika aku keluar dari sebuah minimarket, aku seakan melihat sesosok manusia yang sudah amat lama aku kenal. Lalu dia terlewat begitu saja setelah aku melihat plat nomor kendaraannya. Ada rasa ingin teriak memanggil namanya, yang namun pada akhirnya aku urungkan karena takut salah orang dan malu dilihatin orang sekitar.

Sampai kosan aku berusaha mencari kontaknya dari teman-temanku, lalu ku kirimkan pesan teks padanya menanyakan apakah dia barusan lewat daerah kosku. Tak ada balasan pada malam itu.

Keesokan harinya, dia membalas pesanku, menanyakan aku siapa, hal yang menurutku wajar karena saat ini ketika orang berganti hp, ratusan bahkan ribuan kontak lenyap sudah. Kami pun akhirnya berbalas pesan, hingga akhirnya pada malam harinya mengadakan pertemuan. Dan itu berarti, aku gak salah lihat orang.

Sesampainya kami di tempat makan, kami seakan tak kekurangan bahan pembicaraan, ada saja yang kami bahas, hingga akhirnya dia mengeluarkan pertanyaan, "Kita udah berapa lama ya nggak ketemu?"

"Semenjak lulus SMA kayanya." Aku berpikir sejenak, lalu aku ralat, "Eh enggak, pas kita kuliah kita ada reuni, tapi kita nggak ngobrol banyak."

Dia mengangguk-angguk dan aku tahu ada sesuatu yang dia pikirkan.

Lalu aku bertanya, "Emang kenapa?"

"Kamu berubah, banyak."

Aku mengernyitkan dahi. "Masa sih? Bukannya aku dari dulu begini?" Aku diam sejenak. Lalu kulanjutkan, "Atau aku emang berubah tapi aku nggak sadar ya?"

Ada hening sejenak diantara kita.

Dan aku pun penasaran. "Emang aku dulu kaya gimana?"

Dia terlihat berpikir sejenak, lalu berkata, "Hmm, ini penilaianku loh ya, jangan marah loh ya."

"Iya. Nggak papa," jawabku.

"Ika yang ku kenal dulu tuh, ika yang manja, yang disayang banget sama orang tuanya, yang apa-apa keturutan, yang ketika mau cerita sesuatu ke kamu tuh kaya 'alah ika ini gatau susahnya ngedapatin sesuatu'. Gitu. Ngerti kan maksud aku?"

Aku pun tertawa mendengarnya. Dalam hati sebenernya aku seneng, sebahagia itukah hidupku di mata orang lain? Tapi beneran deh ya seneng banget karena sesungguhnya aku pengen itu yang dilihat orang dari aku. Hidup aku ya seneng-seneng aja nggak ada susahnya. Ngapain juga kan sedih diumbar-umbar?

Ketahuilah ada penyesalan saat ini ketika aku gegalauan di fb, twitter, tumblr, dan blog ini. Tapi ya namanya manusia kadang pengen ngeluapin sedihnya juga kan ya.

Aku mungkin nggak secara langsung sadar kalau berubah, sih. Tapi aku percaya satu dua dan banyak hal yang terjadi di hidupku pasti secara nggak langsung ngerubah aku, pola pikir aku, dan kelakuanku.

Malam itu, aku belajar banyak banget hal dari dia. Malam itu berarti banget karena finally aku ngerasain lagi yang namanya punya teman yang bisa diajak sharing yang nggak ngejudge ini itu dan beneran ngedengerin dan mahamin.

Kami ngobrol dari setengah 8 sampai jam 11 malam. Aku sampai kos sekitar jam setengah 12, beberes kamar dan packing sampai jam 1, tidur setengah 2, dan bangun jam 3 karena ditelpon sopir taksi. Jam 4 pagi aku udah sampai bandara. What a day! Tapi entahlah, aku seneng banget punya temen ngobrol malam itu.

Dan ini seriusan sih, hidupku emang amat sangat harus disyukuri banget-banget karena apa yang terjadi di aku mungkin nggak ada apa-apanya dibandingin apa yang udah selama ini dia lewatin. Emang dasar ya, manusia sering lupa kalau masing-masing dari kita punya jalan sendiri-sendiri untuk dilewati dan dilalui. Percaya deh, Allah itu Maha Adil, kok. Jadi ya nggak perlu iri sama jalannya orang lain, gitu. Dan nggak usah ngejudge karena kita gatau jalan apa yang uda dia lewatin. Kita kenal dia di usianya yang ke 23 misal. Selama 23 tahun, kita gatau apa aja yang uda terjadi sama dia. Jadi ya nggak usah ngejudge seenaknya, gitu.

And last but not least, tadi aku nemuin tulisan Bara di twitter dan ini aku suka banget. Isinya, "Apa yang Mbak lihat dari seseorang adalah apa yang seseorang itu pilih untuk Mbak lihat, dan ada alasan kenapa seseorang tidak memperlihatkan hal-hal tertentu."

See you on the next post!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar