Senin, 28 Oktober 2013

Doubutsu Uranai


Berawal dari asal klik suatu website yang tiba-tiba muncul di home facebook gue, sampailah gue kepada Doubutsu Uranai. Apa itu Doubutsu Uranai? Konon katanya, Doubutsu uranai adalah ramalan dari Jepang berdasarkan tanggal lahir. Nantinya kita masuk ke dalam kelompok horoskop hewan yang menunjukkan kepribadian yang berbeda-beda. Katanya sih 99% akurat. Gue sih nggak selalu berpatokan sama ramalan. Gue percaya yang baik-baik saja hihi.

Nah! Untuk tahu kita masuk ke horoskop hewan yang mana dan bagaimana karakter kita, kita perlu masuk ke web  http://world.doubutsu-uranai.com/. Tinggal klik linknya, masukkan nama dan tanggal lahir dan muncul deh result nya. Untuk gue sendiri, gue masuk ke karakter “Blue Wolf”.

You are Blue Wolf, who is open, cheerful and a carefree type of person.
You possess very original atmosphere, and do not like to adjust yourself to others.
You prefer to act on your own and as you like it.
Therefore, at first people think you as a cool person, but once they get to know you, and trust is born, they will understand your good sense of humor and a friendly nature.
You tend to be indifferent and candid to opposite sex as well, so men think you as very bold woman.
But you are actually a soft hearted person.
You have no thought of depending on others.
You believe other people are other, you are you.
And will go on living your own way.
You will not be influenced by emotions.
You are true to your life as well.
Because you tend to be indifferent to the people and situation around you, you give an impression of being thoughtless person.
But once asked to do something, you will carry it out by putting in ever effort you possess.
You are very responsible person.
You tend to change your mind quickly.
And because you like changes, people think you as temperamental.
You have great energy to be able to carry out many things at once, and even if you are busy, once you set your mind, you will definitely carry it out.
You are unique type of woman.
You take time to find the best romance.
You look for honest person, and would act cautiously towards them.
When you get married, you will be good at carrying out housework, and will be able to create a happy family.


Penjelasan itulah yang gue dapet dari karakter “Blue Wolf” yang notabene adalah karakter gue, yang kalo gue baca-baca emang karakter gue kaya gitu adanya. Haha. Jadi, yuk ikutan iseng kaya gue buat lebih tahu gimana karakter diri kita. Tapi jangan dijadikan patokan ya, buat iseng-iseng aja :D

 

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sebuah Perjalanan



Memutuskan meninggalkan pekerjaan yang telah saya dapatkan dan memulai lagi dari awal, adalah keputusan yang akhirnya saya ambil. Keraguan yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tersebut. Entahlah, saya masih merasa ragu. Ketika kebanyakan teman saya menginginkan pekerjaan di perusahaan tersebut dan ketika banyak orang-orang di luar sana berpetualang menjadi jobseeker (seperti saya saat ini yang kembali memilih jalan itu), saya memilih resign. Banyak yang menganggap saya bodoh, mungkin. Tapi saya percaya Allah punya banyak pintu rejeki di depan sana.

Saya bersyukur mempunyai orang tua yang selalu mensupport apapun pilihan saya. Pada awalnya, saya berniat menerima pekerjaan tersebut karena saya ingin segera memperoleh gaji pertama yang nantinya akan saya berikan sebagian untuk orang tua dan agar saya tak lagi membebani mereka. Tapi ternyata, orang tua saya tidak ingin saya bersikap seperti itu. Orang tua saya memberi saya kebebasan untuk mengambil kesempatan-kesempatan lain yang ada di depan sana.

Kesempatan. Iya, kesempatan yang membuat saya melepaskan pekerjaan tersebut. Saya masih ingin mendapat kesempatan-kesempatan lainnya. Saya merasa aneh ketika saya bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah, seperti tak ada tantangannya. Walaupun saya ingat betapa groginya saya saat interview in English di depan 3 orang user saat itu. Dan saat ini, saya hanya ingin berusaha lebih keras untuk mendapat kesempatan lebih besar dari yang saya dapatkan kemarin. Karena saya merasa, sesuatu yang didapatkan dengan usaha keras akan menghasilkan sesuatu yang besar pula.

Kamis, 19 September 2013

Congraduation!


Wisuda.

Sebuah kata yang perlu perjuangan luar biasa untuk sampai kepadanya. Hal yang banyak diimpikan oleh para mahasiswa, untuk membuat orang tua mereka bangga tentunya. Jalanan yang tak selalu mulus, hujan yang sering datang tiba-tiba, dan terkadang harus jatuh tersungkur hingga akhirnya kembali bangkit dan melanjutkan perjalanan.

Variabel yang diganti tiba-tiba, dosen yang susah ditemui, revisi yang harus jadi esok hari, adalah hal yang biasa ditemui dalam perjalanan menuju sebuah kelulusan. Dan wisuda, adalah perayaan dikala kita sudah berhasil melalui itu semua.

Riweh. Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan sebelum wisuda tiba. Kebaya apa yang akan dipakai, pe-rias mana yang akan gue undang ke kos untuk make-up in gue, serta berburu undangan extra yang jumlahnya terbatas untuk kedua eyang gue.



29 Agustus 2013

Hari itu datang juga.

Minggu, 18 Agustus 2013

(Best) Friends?

"Itu yg sebenernya gw butuhkan. Yg selama ini nggak pernah gw dapatkan dari orang-orang di sekitar gw," dia mengatakan itu dengan jujur, gw tau. "Penerimaan. Nggak banyak yg mau nerima keadaan gw apa adanya kayak yg lo tunjukin. Itu yg bikin gw seperti mengisolasi diri gw dari kehidupan orang banyak. Gw lebih suka menyendiri." - Sepasang Kaos Kaki Hitam






Sebenernya, gue juga benci loh kenapa tiap kali gue nulis gue hanya cerita tentang gue, atau tentang apa yang terjadi sama gue. Abisnya gue mau cerita sama siapa lagi kalo engga sama lo, Dira? Diary Karra (з´`ε)

Well, kalo ditanya seberapa sering gue nangis atau galau, karena temen atau karena cowok,

Senin, 05 Agustus 2013

Antara Istiqlal dan Katedral



Kita bukan Istiqlal dan Katedral, yang ditakdirkan berdiri berhadapan dengan perbedaan, namun tetap harmonis. Jika mereka punya nyawa, siapa yang tau kalau mereka berdua saling jatuh cinta? – Artasya Sudirman






Tidak perlu ditanya lagi bagaimana jadinya apabila dua orang yang berbeda cara dalam menyebut nama “Tuhan” menjadi satu dalam suatu hubungan. Ada beberapa pilihan yang dapat diambil dengan konsekuensi masing-masing.

Perbedaan tak lagi tabu untuk saya, karena semenjak kecil saya telah melihat contoh nyata perbedaan tersebut. Sebuah contoh yang saya sendiri tak ingin mengalami hal itu. Perbedaan itu indah, entah siapa orang yang pertama kali mengatakan hal itu. Tapi, saya rasa kalimat itu benar adanya ketika dua orang yang berbeda bisa saling menghargai, saling menghormati, dan saling melengkapi.

Mungkin, aku dan kamu hanya saling mengagumi. Tak pernah berharap lebih dari hal ini.