Rabu, 06 Desember 2023

Scared

Di dunia ini, banyak sekali hal di luar kendali dan memang tidak bisa kita kendalikan.

Aku takut. Takut akan sesuatu yang belum pasti terjadi. Takut akan ada hal buruk yang terjadi. Takut dengan ini, takut dengan itu.

Padahal, semua hal di luar kendali, hanya bisa kita pasrahkan.

Hanya bisa -yaudahlah-

Jadi, Ka, yaudah. Doa saja. Semoga apapun itu yang terjadi, itu yang terbaik buat kamu. Dan apapun itu yang terjadi, semoga kamu bisa melewatinya dengan baik.

I'll always be by your side.

Minggu, 01 Januari 2023

Fairy Tale

Orang sekitarku, atau mungkin lebih tepatnya orang-orang yang beneran kenal aku, sepertinya tahu aku sering halu. Mungkinkah karena masa kecilku banyak kuhabiskan nonton Disney? Dongeng dengan penuh cerita keajaiban, di mana gadis teraniaya diselamatkan sang pangeran lalu  hidup bahagia selamanya seperti Rapunzel dan Cinderella. Atau mungkin kebanyakan nonton drama korea di mana ada gadis miskin jadi rebutan chaebol seperti The Heirs, BBF dan banyak lagi yang lainnya. Perlu kusadari bahwa semua itu cuma haluan belaka dan satu banding satu milyar di dunia nyata -- karena semoga masih mungkin kejadiannya.

Sepertinya aku perlu sering-sering mengingatkan diri sendiri bahwa hidup nggak seperti di dunia dongeng di mana semua penuh keajaiban dan bisa terjadi begitu saja. Hidup yang aku jalani nggak akan kaya Cha Eun Sang yang tetiba ketemu Kim Tan. Hidup yang aku jalani sekarang harus selalu kuusahakan. Langkah demi langkah, hari demi hari.

Aku pernah membaca bahwa pada hakikatnya hidup adalah tentang bertahan. Dan bahagia adalah bonus.

Aku pernah menargetkan bahagia menjadi tujuan. Entah bahagia yang seperti apa definisinya. Dan kini, di usiaku yang tidak lagi muda, kenapa bertahan saja sulit sekali ya. Tapi, terima kasih sudah bertahan hingga saat ini. Terima kasih untuk tidak melakukan hal bodoh yang dilarang oleh agamamu. Terima kasih.

Aku tahu, kini kamu sedang berusaha menjalani hal yang tak mudah. Dan saat kamu menjalani hal itu, ada hal lain yang juga tak mudah untuk kamu terima dan kamu lewati. Tapi, bukankah kamu tahu dari awal bahwa suatu hari nanti memang hal itu akan terjadi padamu dan harus kamu lewati?

Jadi kini, bertahanlah. Semoga suatu hari nanti, kamu bisa lihat saat ini dan bisa relief kamu bisa melewatinya. Semoga suatu hari nanti, bahagia yang pernah kamu jadikan tujuan bisa jadi nyata. Semoga kelak, kamu bisa membuat orang-orang sekitarmu juga bahagia. Semoga kelak, ada seseorang yang selalu ada untukmu, di pihakmu, mendengarkanmu, dan tak pernah meninggalkanmu.


--


To the one who (always or often) be by my side for more than 4 years

Thank you

Be healthy, be happy

Sabtu, 03 September 2022

-

I know I need a help. I know that.

Hanya saja, aku tak tahu harus dari mana. Takut. Pernah mencoba, namun yang aku dapat hanya judgement. Aku tahu, semenjak kecil ada yang salah denganku. Aku aneh. Aku berbeda. Aku sering nggak ngerti orang-orang. Aku nggak paham sama mereka. Ku coba memahami namun aku tak juga mengerti.

Lelah. Banget. Rasanya ingin sekali pulang.

Kepikiran buat ngelakuin, namun kepikiran juga kalau nantinya bakal failed. Kasian aku. Kasian mama.

Rasanya iri sekali kalau ngelihat orang lain pulang duluan. Lalu mikir, "kenapa kok nggak aku dulu aja?"

Rasanya nggak enak banget. Aku merasa aku hanya jadi beban buat mamaku aja. Since the 1st day I was born, sampe sekarang. Harusnya aku nggak usah ada. Harusnya aku nggak pernah datang. Harusnya aku nggak pernah dilahirkan.

Mom, I'm sorry. Hingga setua ini aku masih jadi beban. Hingga setua ini aku belum pernah sekalipun bikin mama bangga, bikin mama happy. Aku nggak seperti anak lain yang bisa ngasih ini itu, beli ini itu. I was an asshole. 


Senin, 23 Mei 2022

어떻게

Pada saat memutuskan hal itu, aku tau semua nggak akan mudah. Entah berapa lama fase itu akan kembali kuulangi. Bisa lebih cepat, bisa lebih lambat, dari yang sebelumnya. It's almost 2 years waktu itu. Dan untuk sekarang, ku harap lebih cepat. Hopefully.

Rasanya senang sekali ya apabila ada seseorang yang bisa diajak berbagi. Aku pengen cerita. All my worries. Tapi pada kenyataannya aku cuma bisa diem. Simpen semuanya sendirian. Entah gak ada yang bisa dipercaya, atau entah takut menjadi beban untuk orang lain.

Semoga, semuanya baik-baik saja. Semoga, aku bisa kembali melewati fase ini seorang diri. Semoga, semua yang telah kuupayakan dan kuusahakan akan membawaku kepada hasil yang baik. Semoga, kelak, aku bisa buat mama papaku happy, my sister too. Tapi kalau dia, aku yakin dia better than me sih haha.

Gwaenchana.

Gwaenchana.

Rabu, 15 September 2021

I failed.

Pernah nggak sih kalian melakukan sesuatu dan tahu kalau bakal gagal? Aku melakukannya. Baru saja. Aku tahu akan gagal, tapi tetap saja kulakukan. Tetap saja beli ini itu, ngelakuin ini itu buat prepare, meski tahu akan gagal.

Dan udah tahu bakal sedih, tapi tetep aja dilakuin. Mungkin aku sudah gila. Mungkin aku tak tahu harus apa. Mungkin aku gak paham harus gimana.

But, aku mau makasih buat pak satpam yang ngizinin aku makan bareng dia (setelah sebelumnya ditolak sama satpam depan yang lebih muda), buat bapak grab car yang ngehibur aku sepanjang Ciracas hingga Grogol, buat temen yang mau ngajak aku ngobrol karna jarang sekali ada orang yang mau ngajak aku ngobrol yang gak aku temuin lagi setelah itu, dan buat mama tentunya, yang selalu support aku all the time meskipun anaknya ini hobinya sambat mulu.

Dan today, cobaan lain datang. Hpku mati beneran nggak isa nyala. And i asked him for help, and he rejected. So it's been fourth time. I don't remember the order exactly. 1st when i asked about finance, 2nd when i asked about landscape portrait, 3rd when i asked him to wake me up, and 4th when i asked him for help - today. But maybe, today He answer my prayer. Untuk berhenti berhubungan dengannya no matter what happens dan nggak usahlah ganggu2 dia lagi. Aku jadi inget psikolog yang waktu itu bilang, "gimana kalau Tuhan meminta kamu memutuskan?" 

Jadi ya Allah, I'm so grateful that You sent him into my life, even more than I asked for. Aku inget aku pernah minta please pinjemin sampe Januari 2021, atau sampai aku wisuda (*ngelunjak). But You lent him even to this day. So, help me to let him go. Help me to be sincere that he is not my destiny. I believe You know best. And I believe You are the best of planners.