Rabu, 09 Maret 2016

Supernova dan Cinderella



Di sini saya tidak akan membahas tentang serial Supernova. Saya yakin sekali sudah ada banyak blog yang membahas tentang Supernova dari seri awal--Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh--hingga paling akhir--Inteligensi Embun Pagi. Saya tidak akan menceritakan betapa kagumnya saya dengan sosok Diva atau yang dikenal sebagai Bintang Jatuh dan juga Thomas Alfa Edison Sagala--Gelombang.

Alasan saya menulis postingan kali ini adalah, ada dua buah paragraf yang cukup menggelitik hati saya ketika membaca Supernova - Inteligensi Embun Pagi.

Percakapan terakhirnya dengan Kas pun mengiang. Sulit bagi Zarah untuk percaya bahwa rangkaian peristiwa dalam hidupnya adalah jalur yang terbaik. Namun, detik itu akhirnya Zarah memahami ke mana semua pilihan itu bermuara.
Masa lalu, masa depan, dan masa kini melebur dan menggenapinya. Zarah memejamkan mata. Tak ada waktu dan tempat lain yang ia inginkan selain saat ini, di dalam dekapan seseorang yang akhirnya mengizinkan Zarah merasa sungguh memiliki segalanya. - Inteligensi Embun Pagi

Sabtu, 13 Februari 2016

Time Flies

It’s funny how day by day, nothing changes. But when you look back, everything is different.


Pernahkah kau ketika akan beranjak tidur, sambil memandang langit-langit kamar, kau berfikir bahwa waktu berjalan dengan cepat? Memory masa lalu tiba-tiba terputar ulang di kepalamu.

Masa ketika kau masih kecil ketika kau merengek dibelikan mainan atau coklat kesukaanmu. Masa ketika kau berseragam merah putih dan menjahili teman-temanmu. Masa ketika kau tak lagi mau dianggap anak kecil karena telah berseragam putih biru ketika mungkin kau mulai mengenal apa itu jatuh cinta. Masa ketika kau mulai beranjak dewasa karena kini seragam putih abu-abu dengan bangganya kau kenakan dan kamu mulai berfikir akan jadi apa kamu nantinya. Kau akan berfikir tentang banyak profesi yang kemudian akan menjadi pertimbanganmu mengenai jurusan apa yang nantinya akan kau pilih kelak di bangku kuliah. Dan percayalah, putih abu-abu adalah masa terindah dalam perjalanan panjang pendidikanmu, karena dunia kuliah dengan baju bebas yang kau impikan dari dulu tak seindah yang kau bayangkan. Itu pendapatku.

Senin, 14 Desember 2015

Dear Eva Sofiana



Dear Eva Sofiana,

Surat ini aku tulis saat aku masih berada di kantor, hari Kamis, tanggal 10 Desember 2015, pukul 9.30 AM menurut pc yang ada di depanku. Sesuai dengan janjiku yang akan menulis surat untukmu melalui blog saat aku ingat apa yang ingin aku tulis (yang entah kapan ini akan ku posting).

Dear Eva Sofiana,

Sekarang aku sedikit mendapat jawaban tentang mengapa aku sering kangen kamu atau tentang mengapa kamu pernah kangen aku. (Mungkin ini agak sedikit ke-geer-an tapi aku berharap kamu pernah kangen aku sedetik saja). Haha.

Minggu, 29 November 2015

Silih Berganti



Ada yang datang, ada yang pergi. Begitulah cara semesta bekerja. Orang yang ada disisimu saat ini, suatu hari nanti dia akan pergi. Jadi berusahalah untuk selalu berdiri di atas kakimu sendiri.

Orang yang datang selalu membawa pelajaran. Karena ketika kamu bertemu dengan seseorang, dirimu tak lagi sama seperti yang sebelumnya. Jadi, di saat orang itu pergi, itu berarti pelajaran yang dia berikan telah usai.

Sebelum dia pergi, yang perlu kamu lakukan hanya satu hal. Senantiasa melakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan karna Tuhan tidak pernah memberi tahu, kapan dia akan pergi. Ketahuilah, tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

Percayalah akan satu hal, kehilangan adalah cara Tuhan untuk menggantinya dengan seseorang yang lebih baik.

Orang datang dan pergi, silih berganti.

Sabtu, 12 September 2015

What is happiness?

What is happiness?



One day, I met a friend who suddenly asked to me a question that made me shocked.

She asked to me, “Karra, you just want to be happy?”

“Yes, how do you know?” I said.

“I can see clearly from your character.”

After that, I know that she can read people’s character from the finger and she learn it from many books.

She continued, “When some people want treasure, popularity, and many things, you just want to be happy although you have capability to make their dreams come true.”

I smile and said, “I don’t know. I just want to be happy no matter what happens. Treasure, popularity, and beauty don’t guarantee we will be happy. Buat apa aku punya uang banyak, aku popular, dan aku ini itu tapi aku nggak bahagia? Or maybe, when I feel happy but people around me don’t feel happy, itu juga sama aja, sih.”