One day, I ever send a message to someone. I asked him about something important (to me-but not for him). And then he replied my message on the next day. It's kinda funny, I think. He said to me that he was busy but he have a time to update status on twitter. I feel hurt, honestly. Moreover, it's my first time there is somebody who 'ignored' me. The more I think about it, I finally understood that 'no one is too busy, it's only a matter of priorities'. Yeah, I'm not his priorities.
Recently I realized there is something different with one of my (best) friend. If used in college she always reply to my message as fast as lightning, now when I send a message, I had to wait for hours to get in return. Not just once but many times. I always think that she was busy but I think if someone truly care about something, they'll make time.
Rabu, 13 Mei 2015
Sabtu, 18 April 2015
One Question
I don't know if I should write this or not but maybe for now I want to write it.
One day, in the middle of my conversation with Surya ex-girlfriend (I call her Dek Nisa - psychology student), I tell her my nightmare.
"Adek, I dream about him (my ex - okay, maybe not my ex but he is someone who ever come to my life) last night and I don't know why I could dream about him. I always think that when I dream about someone it means that he miss me. But I think it's not true. For this time he might not be missed me."
"Do you often dream about him?"
One day, in the middle of my conversation with Surya ex-girlfriend (I call her Dek Nisa - psychology student), I tell her my nightmare.
"Adek, I dream about him (my ex - okay, maybe not my ex but he is someone who ever come to my life) last night and I don't know why I could dream about him. I always think that when I dream about someone it means that he miss me. But I think it's not true. For this time he might not be missed me."
"Do you often dream about him?"
Selasa, 17 Maret 2015
Stop Bullying!
“Dasar gendut!”
“Dasar jelek!”
“Dasar anak orang miskin!”
“Nggak usah jadi temen dia aja! Dia itu orangnya bla bla bla…”
Pernah denger kalimat seperti itu? Pernah dikatain kaya
gitu? Atau kamu pernah nge-bully temen kamu?
![]() |
| Source: http://childrensbooksguide.com/bullying |
Pada saat gue kelas
satu SD, gue sering dikatain “gendut”. Dan pada kenyataannya emang gue
gendut pada saat itu. Gue menduduki posisi orang tergendut nomer dua setelah
temen gue. Beda sama gue yang lama kelamaan kurus dengan sendirinya tanpa ada
diet sama sekali, temen gue badannya tetep subur sampai saat ini. Pada saat gue
dikatain “gendut” pada saat itu, gue cuek aja. Toh emang gue gendut. Tapi harus
gitu banget ya sama orang gendut? Sampai dikata-katain gitu? Saat itu, gue
nggak tahu kalau itu salah satu bentuk “bullying”. Lama kelamaan hal itu
berhenti dengan sendirinya seiring dengan berat badan gue yang semakin
menyusut.
Minggu, 14 Desember 2014
Goosebumps
Life is like a Goosebumps. Menurutku seperti itu.
Tahu Goosebumps yang aku maksud? Goosebumps yang aku maksud di sini adalah buku serial karangan RL Stine. Iya walaupun ini adalah novel horor dan FYI aja aku nggak begitu suka film atau novel horor (penakut, iya, gue penakut), tapi sepertinya ada korelasi antara beberapa seri novel ini dengan kehidupan kita.
Beberapa seri novel Goosebumps mengharuskan kita untuk memilih. Apabila memilih A kita menuju halaman sekian dan apabila memilih B kita menuju halaman sekian. Begitu seterusnya sampai akhirnya kita sampai di kata 'tamat'. Dan selalu saja, aku nggak pernah bisa sampai dihalaman akhir. Pasti ditengah-tengah udah mentok aja, gitu.
Begitu juga hidup ini kan? Kita pilih A atau B pasti ada konsekuensi masing-masing. Coba deh bayangin kalau kita tau apa konsekuensi yang harus kita peroleh saat kita milih A atau B, dan kita bisa kembali lagi ke page sebelumnya untuk reselect. Mungkin hidup nggak akan semistery ini.
Jadi ingat kata seseorang,
Ya, begitulah hidup. Samar dan penuh ketidakpastian. Jadi, keajaiban itu mungkin dan seringkali terjadi kan? :)
Tahu Goosebumps yang aku maksud? Goosebumps yang aku maksud di sini adalah buku serial karangan RL Stine. Iya walaupun ini adalah novel horor dan FYI aja aku nggak begitu suka film atau novel horor (penakut, iya, gue penakut), tapi sepertinya ada korelasi antara beberapa seri novel ini dengan kehidupan kita.
Beberapa seri novel Goosebumps mengharuskan kita untuk memilih. Apabila memilih A kita menuju halaman sekian dan apabila memilih B kita menuju halaman sekian. Begitu seterusnya sampai akhirnya kita sampai di kata 'tamat'. Dan selalu saja, aku nggak pernah bisa sampai dihalaman akhir. Pasti ditengah-tengah udah mentok aja, gitu.
Begitu juga hidup ini kan? Kita pilih A atau B pasti ada konsekuensi masing-masing. Coba deh bayangin kalau kita tau apa konsekuensi yang harus kita peroleh saat kita milih A atau B, dan kita bisa kembali lagi ke page sebelumnya untuk reselect. Mungkin hidup nggak akan semistery ini.
Jadi ingat kata seseorang,
Ya, begitulah hidup. Samar dan penuh ketidakpastian. Jadi, keajaiban itu mungkin dan seringkali terjadi kan? :)
Senin, 10 November 2014
Divergent
Entahlah. Gue jatuh cinta sama film yang dibintangi Shailene Woodley (yang kalo dilihat-lihat mirip Alessia Cestaro) sama Theo James ini. Gue langsung jatuh cinta sama sesosok Four begitu pertama dia muncul. Like a real man. Beruntunglah Tris yang mempunyai Four, a man who always by her side, no matter what happens.
Langganan:
Postingan (Atom)



