Minggu, 05 Juli 2015

Happy 23rd Birthday!



Terima kasih Allah untuk semuamuamuanyaaaah yang uda Allah kasih buat aku. Semua pelajaran yang aku dapat di masa-masa tersulitkuh. Maaf aku sering mengeluh. Bukankah itu semua terjadi untuk membuatku kuat seperti hari ini? Terima kasih untuk segalanya. Untuk waktu yang Kau berikan, untuk keluarga yang Engkau kirimkan, untuk teman-teman yang Engkau pertemukan.

Terima kasih mamaku yang paling cantik, papaku yang paling ganteng, adekku yang paling kece yang selalu support apapun yang aku lakukan, selalu ada dimasa bahagia dan sedihku, dan aku yakin kalian selalu berdoa yang terbaik untuk aku. Aku sayang kalian banget banget banget and I miss you!

Terima kasih Vherlly Surjaatmadja, Eva Sofiana, Rosa Delima yang selalu menjadi teman terbaik. Terima kasih Fitra Ramadhanti Nariswari kakak kesayangan yang sering aku repotin ini itu. Terima kasih Satya Manggala Pragolapati a.k.a Gibul untuk ini itu yang udah aku tulis di BBM yang aku kirim ke kamu. Terima kasih keluarga baruku yang menerimaku dengan baik. Terima kasih Anoman untuk sekian tahun pertemanan. Terima kasih sekali lagi khusus buat Vherlly untuk hari ini!

Terima kasih, kamu!

Pokoknya Ika mau bersyukur untuk ini itu yang telah Allah kasih dan ini itu yang udah terjadi.

Terim kasih Allah untuk semuanya.



Happy 23rd Birthday, Ika!

Rabu, 13 Mei 2015

It's Only A Matter of Priorities

One day, I ever send a message to someone. I asked him about something important (to me-but not for him). And then he replied my message on the next day. It's kinda funny, I think. He said to me that he was busy but he have a time to update status on twitter. I feel hurt, honestly. Moreover, it's my first time there is somebody who 'ignored' me. The more I think about it, I finally understood that 'no one is too busy, it's only a matter of priorities'. Yeah, I'm not his priorities.

Recently I realized there is something different with one of my (best) friend. If used in college she always reply to my message as fast as lightning, now when I send a message, I had to wait for hours to get in return. Not just once but many times. I always think that she was busy but I think if someone truly care about something, they'll make time.

Sabtu, 18 April 2015

One Question

I don't know if I should write this or not but maybe for now I want to write it.

One day, in the middle of my conversation with Surya ex-girlfriend (I call her Dek Nisa - psychology student), I tell her my nightmare.

"Adek, I dream about him (my ex - okay, maybe not my ex but he is someone who ever come to my life) last night and I don't know why I could dream about him. I always think that when I dream about someone it means that he miss me. But I think it's not true. For this time he might not be missed me."

"Do you often dream about him?"

Selasa, 17 Maret 2015

Stop Bullying!

“Dasar gendut!”
“Dasar jelek!”
“Dasar anak orang miskin!”
“Nggak usah jadi temen dia aja! Dia itu orangnya bla bla bla…”
Pernah denger kalimat seperti itu? Pernah dikatain kaya gitu? Atau kamu pernah nge-bully temen kamu?

Source: http://childrensbooksguide.com/bullying

Pada saat gue kelas  satu SD, gue sering dikatain “gendut”. Dan pada kenyataannya emang gue gendut pada saat itu. Gue menduduki posisi orang tergendut nomer dua setelah temen gue. Beda sama gue yang lama kelamaan kurus dengan sendirinya tanpa ada diet sama sekali, temen gue badannya tetep subur sampai saat ini. Pada saat gue dikatain “gendut” pada saat itu, gue cuek aja. Toh emang gue gendut. Tapi harus gitu banget ya sama orang gendut? Sampai dikata-katain gitu? Saat itu, gue nggak tahu kalau itu salah satu bentuk “bullying”. Lama kelamaan hal itu berhenti dengan sendirinya seiring dengan berat badan gue yang semakin menyusut.

Minggu, 14 Desember 2014

Goosebumps

Life is like a Goosebumps. Menurutku seperti itu.


Tahu Goosebumps yang aku maksud? Goosebumps yang aku maksud di sini adalah buku serial karangan RL Stine. Iya walaupun ini adalah novel horor dan FYI aja aku nggak begitu suka film atau novel horor (penakut, iya, gue penakut), tapi sepertinya ada korelasi antara beberapa seri novel ini dengan kehidupan kita.

Beberapa seri novel Goosebumps mengharuskan kita untuk memilih. Apabila memilih A kita menuju halaman sekian dan apabila memilih B kita menuju halaman sekian. Begitu seterusnya sampai akhirnya kita sampai di kata 'tamat'. Dan selalu saja, aku nggak pernah bisa sampai dihalaman akhir. Pasti ditengah-tengah udah mentok aja, gitu.

Begitu juga hidup ini kan? Kita pilih A atau B pasti ada konsekuensi masing-masing. Coba deh bayangin kalau kita tau apa konsekuensi yang harus kita peroleh saat kita milih A atau B, dan kita bisa kembali lagi ke page sebelumnya untuk reselect. Mungkin hidup nggak akan semistery ini.

Jadi ingat kata seseorang,


Ya, begitulah hidup. Samar dan penuh ketidakpastian. Jadi, keajaiban itu mungkin dan seringkali terjadi kan? :)