Rabu, 28 Desember 2016

Nothing is the same anymore.

Masih ingat banget hari dimana aku, Ocha, Eva, sama Vherlly makan bareng di Sambal van Java dan entah kenapa tetiba kita ngomong soal pernikahan. Ngomongin ini dan itu sampai akhirnya Ocha ngomong, "aku yang bakal terakhir nikah." Dan saat itu juga, aku ngomong dalam hati, "engga Cha, aku yang bakal terakhir nikah."

Sekarang kebukti bahwa apa yang aku predict itu bener. Ocha uda nikah tahun lalu, Vherlly November kemarin, dan Eva April 2017 nanti. Aku? Nggak usah ditanya :))

Semenjak lulus kuliah, harusnya aku sadar sih kalau hidup kami akan berjalan masing-masing. Nggak bisa kaya dulu lagi yang dengan gampangnya makan siang bareng, ngemall bareng, nonton bareng, atau pun ngafe bareng.

Ada masa ketika aku sudah mulai terbiasa tanpa mereka. Ngejalanin hari-hariku yang 'sendirian'. Dan aku merasa semua baik-baik saja. Aku bisa sendiri dan emang uda biasa sendiri.

Tapi sepertinya ketergantungan pada mereka masih ada. Ketemu mereka yang hanya satu jam dua jam itu berasa aku dapat vitamin yang bisa ngobatin betenya aku sama kerjaan dan orang-orang di kantor.

Dan yang aku takutin sekarang adalah sampai kapan aku harus tergantung sama mereka? Sekarang aja uda kerasa banget kalo Ocha uda sibuk ngurusin anak sama suaminya, Vherlly dengan keluarga barunya, Eva dengan persiapan pernikahannya, masa Ika mau terus-terusan ngriwehin mereka sih?

I mean harusnya aku uda bisa mandiri, nggak ngriwehin mereka lagi, nggak ketergantungan sama mereka, sadar diri kalo kami punya jalannya masing-masing, terlebih jangan gangguin Eva mulu karena Eva uda sabar banget dengerin curhatan dan keluhan aku tentang masalah percintaan, kerjaan, dan orang-orang di kantor yang nggak kelar-kelar. Bhay!

Duh, entahlah ini tulisan aku yang berantakan banget yang nggak punya konsep yang nggak tahu maksudnya mau nulis apa tapi entah mengapa Ika pengen aja nulis tentang how hard for me to face the fact that nothing is the same anymore.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar