Rabu, 04 Juni 2014

Kangen

Karra kangen punya 'temen'.
Mungkin Karra cuma lagi kangen sama mamanya.

Dulu, ada seseorang yang datang menasehati. "Kar, kamu tuh apa-apa nggak usah cerita ke orang tua kenapa sih. Apalagi mama. Aku sampai umur segini nggak pernah loh cerita ke ibu aku ini itu. Bahkan ibu aku ga tau aku pernah ini itu."

Karra cuma senyum, lalu bilang, "Nggak akan bisa, Semut. Udah kebiasaan dari kecil aku cerita semua hal ke mamaku. Kita nggak akan pernah tahu, kadang temen bisa jadi musuh. Dan bagi aku, mamaku sahabatku, tempat untuk aku ajak berbagi. Mamaku yang selalu ada saat aku butuh, saat aku pengen cerita, saat aku nggak ada temen. Jadi maaf, permintaan kamu nggak bisa aku kabulkan."

Dan sekarang Karranya lagi nangis. Kangen mama. Kangen temen. Ah, Karra kan emang cengeng ya.

Entahlah. Karra emang nggak gampang buat percaya sama orang lain. Dulu pernah, sekalinya percaya sama orang, ternyata percaya sama orang yang salah. Dan terbongkarlah sudah semua hal yang udah diceritain Karra ke orang itu ke publik. Semenjak saat itu, Karra kembali menjadi seseorang yang nyimpen apa-apa sendiri. Yang bisa ceritain ke mama ya ceritain, yang enggak ya simpen sendiri, atau tulis di buku diary.

Mungkin itu yang buat Karra susah buat buka diri 'berteman' dengan orang lain. Takut. Takut kehilangan, takut disakiti. Padahal sepatu kalau terus-terusan disimpan dan nggak dipakai bisa rusak ya. Begitu juga hati, kalau kamu takut disakiti, gimana hati kamu nantinya, Kar?

Ah, entah. Karra cuma lagi kangen. Sama mama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar